Diposkan pada pikiranku, roda dua, UNEG UNEG

Uang muka perumahan dan kendaraan 30% rakyat makin susah hidup layak


Bro….

Beberapa hari ini ada kabar yang cukup merisaukan bagi rakyat kecil, yang berharap hidup layak, yaitu tentang BI yang akan mentertibkan uang muka kredit perumahan dan kendaraan, menjadi minimal 30% dari harga perumaah ataupun kendaraan.

Mimpi hidup layak tentu sanggat di dambakan bagi sebuah keluarga, dengan terpenuhinya sandang, pangan dan papan, serta untuk saat ini bisa di tambahkan kendaraan.
p2r-fino-scoopy1.jpg

t=”245″/>
Kendaraan tentu saat ini sangat berperan penting dalam kehidupan terlebih lagi angkutan umum yang layak, murah, dan nyaman makin jauh dari kenyataan, di tambah lagi bbm makin naik.

Selain kendaraan Pemerintah yang gembar gembor tentang perumahan murah dan layak kini tinggal kenangan di mana rumah layak yang di maksud tipe 36 dengan harga 70jt yang di setujui oleh pihak bank. Ngimpi kaliyeeeee..
jualperumahanmurahdisurabaya.jpg

Sedang saat ini untuk tipe 36 dipasarkan minimal 90jt. di tambah dengan uang muka minimal 30% .

Masih mau ngomong rakyat sejahtera…???

Rakyat kecil tentu maunya cuma satu di beri kemudahan dan keringanan untuk mendapatkan sandang pangan papan dan kendaraan, soal supsidi dan entah apa namanya mungkin rakyat kecil gak mau tau yang penting harga stabil, lapangan kerja terbuka dan pangan murah.

Posted by Wordmobi

Iklan

13 tanggapan untuk “Uang muka perumahan dan kendaraan 30% rakyat makin susah hidup layak

  1. Kalo menurut saya itu bagus. Pilih mana, DP berat tapi cicilan ringan, atau DP ringan tapi cicilan bikin kembang kempis tabungan? DP ringan itu menguntungkan pihak leasing, konsumen hanya untung di awal (pas ngasi DP 500rb bisa dapet motor).

    Suka

  2. Menurut saya itu bagus.. Karena mendorong orang untuk makmur dengan bekerja keras! kondisi saat ini banyak orang tidak sejahtera karena malas bekerja, malas belajar dan karena menikah dini akibat hamil duluan tanpa persiapan kesejahteraan yang cukup (rumah&pekerjaan tetap), ujung-ujungnya cuma menuntut pemerintah untuk dibagi beras, kesehatan gratis, tapi di rumah cuma nganggur, ikut orang tua..
    Dengan mahalnya DP rumah & motor bikin orang berpikir 2 kali untuk hidup senaknya menikah seenaknya dan berkeluarga seenaknya tanpa persiapan yang matang..

    Contohlah negara dengan 4 musim, apakah ada yang berani berumah tangga tanpa punya rumah dulu? atau adakah yang bikin rumah dari bahan anyaman bambu? tidak, rumah mereka harus kokoh terkena salju, jadi mereka harus berjuang untuk hidup nan layak dulu man..!

    Suka

  3. Harusnya dibaca lbh teliti bang dan sekali kali liat data, jgn termakan kata kata wartawan/ berita. Konsumen tebesar peeumahan itu sejak dulu kelas menengah atas. Rakyat kecil dari dulu udah susah, itu sbbnya pemerintah “berusaha” memberi subsidi ke rakyat kecil walaupun hasilnya masih nol besaaaar.
    Fakta lagi: kalau stok pwrumahan kurang kenapa masih banyak developer yg cari pembel. Jadi yg kurang itu bukan rumah tapi rumah murah yg bisa dibeli rakyat kelas bawah.

    Suka

Monggo urun rembug.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s