Diposkan pada pikiranku

senetron islam ktp mendidikkah ???


bro..

apakah anda pengemar sinetron islam ktp..?

bagaimana menurut pandangan anda…?

bila menurutku si mendidik iya ngajarin yang gak bener juga..

mendidik karena di situ diajarkan amalan amalan dalam islam yang tentunya banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan..

ngajarin yang gak bener juga…. karena kalau kita cermati tokoh bang madit sangat serin menyebut kata kata kotor yang sangat cepat di tangkap oleh anak anak.. sungguh sangat menyesatkan..

di tambah lagi jam tayangnya antara sebelum sholat maghrib hingga habis sholat isyak.. tentunya jam segitu afalah waktu tuk ngaji / belajar bagi anak anak.. namun kini banyak yang milih nonton islam ktp..

bagebana menurut sedulur sekalian..

monggo di bahas di sini..

Iklan

68 tanggapan untuk “senetron islam ktp mendidikkah ???

  1. Sinetron? Plis, jangan biasakan anak istri nonton. Sama sekali tidak mendidik. Logika dangkal. Mengumbar mata melotot, mulut nyinyir peyot, raut muka dibengis-bengiskan padahal kemayu. Aaaarrrghhh…… apakah sudah ada yang menemukan alat sensor otomatis sinetron? Begitu kedetek sinetron langsung pindah channel. Begitu seterusnya. Dicari-dicari…. 😀

    *salam komstir

    Suka

  2. dulu waktu bulan puasa saya suka menontonya,tapi setelah lama kok kurang sreg dgn acr ini,soalnya menurut saya malah byk tdk mendidiknya,malah istri saya dari awal nga pernah suka sinetron ini.

    Suka

  3. Aku sempat liat sebentar mas, pada suatu adegan, uztadnya di pondok kok dibikin aktingnya galak banget, gak ramah dan arogan ngajarin islam ke anak yang baru mau masuk pondok,harusnya sabar dan lembut… hashhh, bikin pandangan orang awam ke pondok uztadnya galak2…

    Suka

  4. pernah nonton sebentar gara-gara canel sebelah lg iklan,
    mendidiknya ada tapi ga mendidiknya lebih banyak, masalahnya buat anak semua diserap

    Suka

  5. Betul, tidak mendidik. Lha wong orang kaya madit kalau di kehidupan nyata pasti udah di hajar masa. Yang paling saya gak suka semua sinetron yang katanya islami selalu ada cinta-cintaannya,

    Suka

  6. ANTI SINETRON!
    ANNAKKU SUDAH SEJAK PERTAMA KENAL TIVI AKU TANAMKA ANTI SINETRON!
    TAYANGAN MERUSAK MORAL!
    UMBAR KEMARAHAN
    UMBAR KEMEWAHAN
    UMBAR KEPALSUAN
    UMBAR TUBUH
    UMBAR WAJAH INDO
    SEMUANYA ISINYA RUMAH MEWAH
    MANA ADA YANG REALISTIS
    TENTANG PETANI
    TENTANG PENGEMIS
    TENTANG PENGAMEN
    KENAPA PEMAINNYA INDO SEMUA

    PAMER KESENJANGAN SOSIAL

    MENDIDIK JADI KONSUMERISME

    POKOKNYA GAK ADA BAGUS BAGUSNYA DEH BAGI PENONTON
    =============================

    KIRA-KIRA PENDAPATAN YANG DIDAPAT DARI MENJADI ARTIS SINETRON HALAL APA TIDAK YAH?

    Suka

  7. dbilang mendidik sih emang iya,dbilang ngak jg iya,,,yg pasti,menghibur sih emang tujuan”pastinya”….
    kl ga bs mcerna antara baik&ga baik,mending nontonx mnta dtemenin ama ortu/ahli nasehat (ky bang ali donk) kekekekekek,,biar bs dprotek tu hati&pikiran…mw nonton silahkn,ngga jg ga apa….hehehe.

    Suka

    1. kalau anak kecil ngeliat madit pa ya bisa di bilangin itu jelek..?? taunya langsung terekam di otak sang anak to..
      trus pas main ama temenya bilang dasar orang kismin/ bahlul.. gimana hayo..

      Suka

  8. bagusnya sih begitu denger Maghrib ya tvne dimatiin mas, sampai Isya, biar ditengah2nya bisa khusu’ ibadah, mboh ngaji atau belajar kan lebih bermanfaat. aku juga lagi nyoba untuk membiasakan hal ini dirumah. semoga Allah SWT memberi kemudahan, amiin

    Suka

  9. Sekali doang…sinetron korea judule lupa,yg anak kembar,satunya bunuh diri satunya jago balap motor dan tarung di makau…n mtor hariane klo ga slh fz1…keren tnan.. 🙂

    Suka

  10. jujur aja, saat bulan puasa lumayan sering nonton, tapi lama2 kok gak ubahnya ama sinetron lainnya.. males lama2 liatnya.. bagus benarnya banyak pesan yang mendidik, tapi ya juga banyak mudharatnya..
    mo liat acara lain kebanyakan politik, tapi ya sama, ga suka ama politik.. :mrgreen:

    Suka

  11. awal munculnya bagus tapis eiring bulan puasa selesai, maka ada tokoh yang sebetulnya bagus yaitu si anak kecil yang suara mengajinya begitu menggetarkan hati hilang …

    disinilah awal juellleknya sinetron I-KTP ini

    Suka

  12. isinya lumayan bagus,ada pendidikan agamanya,cma jam tayangnya itu yg “sengaja”disisipkan diantara jam maghrib ke isya dgn tujuan supaya org lebih memilih nonton tv ketimbang sholat dan ngaji dimasjid.kalau tuk anak2 kita jgn dibiasakan nonton sinetron,anak2 itu lebh baik mengaji …org tua ja bnyk yg lpa ma sholat pa lgi anak2.stop nntn SINETRON g da MANFAATNYA,,,,

    Suka

  13. setuju sama adicuzzy, sinetro religi yang sangat baik dan mendidik versi saya adalah para pencari Tuhan dan Kiamat sudah dekat..
    dua sinetron itu saya kira sangat mendekati realias kehidupan masyarakat kebanyakan, tidak hanya jualan dan mencari rating semata..
    kartun upin ipin saya kira juga bisa jadi alternatif tontonan baik buat anak2, banyak pelajaran yang baik disana, yah daripada nonton kartun2 tidak jelas seperti teletubbies yang tidak jelas juntrungannya itu, malah konon kabarnya kartun jijay lebay yang identik dg kata “berpeluukaaan” itu adalah upaya segolongan kaum dalam upaya menggiring mental anak untuk menjadi seperti mereka dlm hal orientasi sex (wew..)

    Suka

    1. bener om…
      idem dengan sampeyan…
      teletubbies,apsy dipsy, semacamnya gak jelas….
      ipin upin tontonan yang realistis, meski gak bener semua karakternya justru bikin seru…

      Suka

  14. Yah, mau gimana lagi. Beberapa tahun belakangan ini, sinetron memang agak ngawur. Contohnya aja “sodaranya” sinetron “Islam KTP”, di bumpernya ada anak kecil bilang dengan keras “Sampeyan Muslim?”. Bayangkan, anak kecil bilang “sampeyan”, entah sama siapa dia bilang “sampeyan”. Ini contoh kecil aja.

    Tontonan yang katanya tuntunan, biasanya menggurui dan menceramahi. Mendingan saya nonton ceramah sekalian, karena lebih efisien.

    Penontonnya juga aneh. Contonya gini: kartun spongebob lebih digemari dibanding kartun “hey, arnold!”. Padahal, “Hey, Arnold!” lebih membentuk karakter: bagaimana menghadapi teman yang pembohong, memaafkan teman, bertoleransi, bagaimana seorang anak yang curang bisa insyaf, dll.

    Tokoh sentral “Hey, Arnold!” adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal dengan kakek dan neneknya, di sebuah rumah yang kamar-kamarnya disewakan. Arnold, anak yang menadi tokoh sentral itu, membantu kakek neneknya menangani rumah kost mereka, dan hidup bersama orang-orang ajaib dengan berbagai macam watak para penyewa kamar di rumah kakek-neneknya itu. Ia mampu bertoleransi.

    Di film kartun “Hey, Arnold!” tidak ada antagonis dan protagonis. Semuanya adalah karakter yang mencermin lingkungan kita. Tidak ada orang yang 100% jahat, atau 100% baik. Manusiawi, walaupun hanya kartun.

    Para pelaku industri hiburan kita pernah membuat tontonan yang baik. Contohnya saja ACI, Rumah Masa Depan, Losmen, Keluarga Cemara. Tapi itu masa lalu.

    Kapankah kita punya penulis skenario dan sutradara handal untuk tayangan drama TV? Kapankah kita punya produser yang tidak hanya mikir duit, dan sekaligus mencintai seni dan industri di mana ia berkecimpung?

    Suka

  15. oh ya, saya sampe lupa. Untuk Deddy Mizwar, ada satu adegan menarik yang saya ingat. Di sinetron Para Pencari Tuhan, ada adegan yang menggambarkan kegiatan menggali kuburan. Ceritanya, tiba-tiba lubang kubur itu digenangi air. Orang-orang di sekitar lubang kubur itu seperti su’udzon, jangan-jangan jenazah yang mau dikubur ini kena azab.

    Ternyata, penggali kuburan secara tidak sengaja memacul saluran air, hingga airnya menggenang. Adegan ini saya acungi jempol, agar masyarakat penonton tidak mudah berburuk sangka pada orang lain.

    Gara-gara sinetron “religi” yang agak ngawur soal mengedepankan azab, saya pernah melihat sendiri dampak negatifnya. Salah satu tetangga sodara saya kerampokan. Bukannya menenangkan atau membantu korban rampok ini, beberapa warga malah kasak-kusuk, “wah, kerampokan dia. Dia udah bayar zakat belum nih? Yang kayak gini nih yang harus dapat peringatan.” Padahal, menurut sodara saya, tetangga korban perampokan ini “orangnya sosial banget, kok.”

    Suka

Monggo urun rembug.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s